Sebuah gitar lawas, belinya seken (bekas) , waktu itu dibelikan Almarhumah Ibu dengan harga yang sangat terjangkau. Bisa dikatakan atau dikategorikan gitar sayur, karena berbahan triplek biasa, neck & fretboard jadi satu ( hanya selonjor kayu yang ditempeli fret), tidak tanam besi (trusrod), ringkih, tidak bisa di tuning standard, kalaupun dipaksa tuning std, harus pakai capo. Sering dibawa ke tempat mengajar dan dipinjam anak-anak , bahkan sampai lupa berminggu - minggu berpindah tempat, dari kantor security, kelas - kelas, ruang BP. Sekali gitar itu pulang bisa dipastikan ada senar yang putus, beberapa scratch, kadang juga retakan tipis. Yang pernah pegang gitar ini pasti ingat dengan sound khas ala gitar yang sangat tidak premium namun bisa memberi kesan yang timeless. Seringkali dipakai jamming di akhir pekan hingga malam, sekedar refresh setelah mengajar seminggu. Jamming dengan keyboard, cajon, dan satu lagi gitar tambahan. Sekarang gitar ini tidak difungsikan sebagai mana mestinya karena sudah tidak memungkinkan dipasang senar, cukup menjadi prasasti, monument, sejarah bermusik. Gitar adalah jasad yang membutuhkan ruh dari jari - jari yang menyentuhnya untuk menciptakan harmony dan vibrasi energy dari tiap resonansi yang dihasilkan.
#gitar #akustik #gitarakustik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar